Reposisi Ilmu Komunikasi dalam Pengasuhan: Strategi Dialogis Mengatasi Dampak Fatherlessness Pada Anak Usia Pra-Remaja
DOI:
https://doi.org/10.31004/jh.v6i5.2927Abstract
Fenomena fatherless atau ketiadaan figur ayah baik secara fisik maupun psikologis telah menjadi isu krusial di Indonesia, khususnya bagi perkembangan anak di fase pra-remaja. Fase ini menuntut bimbingan emosional yang solid karena transisi kognitif dan sosial yang sedang berlangsung. Tulisan ini bertujuan untuk merevitalisasi dan mereposisi peran ilmu komunikasi dari sekadar medium penyampaian pesan menjadi instrumen penciptaan makna (meaning-making) dalam praktik pengasuhan anak fatherless. Melalui tinjauan literatur dan analisis konseptual-teoretis, naskah ini membedah bagaimana pendekatan komunikasi interpersonal—seperti validasi emosi, keterbukaan dialogis, dan pola komunikasi suportif—dapat digunakan oleh ibu tunggal atau pengasuh pengganti untuk mengisi kekosongan peran ayah. Hasil sintesis menunjukkan bahwa pergeseran paradigma komunikasi keluarga dari pola struktural ke arah interaksional yang empatik mampu menekan risiko malasuai psikologis pada pra-remaja. Kajian ini menawarkan kerangka aplikatif bagi praktisi parenting dan memberikan kontribusi pada literatur ilmu komunikasi keluarga di tataran nasional.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Siti Faizatun Nazariyah, Andre Yosua M

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).









