Patriarki Publik Dan Diskriminasi Berdasarkan Usia Terhadap Perempuan Muda Di Tempat Kerja Maskulin: Perspektif Sylvia Walby
Abstract
Ketimpangan gender tetap menjadi tantangan signifikan di tempat kerja maskulin meskipun ada peningkatan upaya untuk mempromosikan keberagaman dan inklusi. Industri seperti teknik, konstruksi, serta minyak dan gas terus mempertahankan budaya organisasi yang mengistimewakan norma maskulin, sehingga menciptakan hambatan struktural bagi perempuan. Perempuan muda sangat rentan karena mereka mengalami kerugian ganda (double disadvantage) berdasarkan gender dan usia, yang sering kali menghasilkan persepsi diskriminasi usia dan terbatasnya peluang profesional. Artikel ini mengkaji isu-isu tersebut melalui Teori Patriarki Publik Sylvia Walby, yang menjelaskan bagaimana struktur institusional dan praktik organisasi mereproduksi ketimpangan gender di ranah publik. Berpatokan pada literatur internasional terkini, artikel ini berargumen bahwa budaya organisasi patriarkal memperkuat diskriminasi berbasis usia dan gender, mengikis pemberdayaan psikologis perempuan muda, dan pada akhirnya memengaruhi kinerja karyawan. Diskusi lebih lanjut menyoroti bahwa kepemimpinan inklusif, praktik sumber daya manusia yang adil, dan budaya organisasi yang mendukung sangat penting untuk mengurangi diskriminasi struktural serta meningkatkan kesejahteraan, pengembangan karier, dan kinerja perempuan muda di tempat kerja maskulin
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Alifvia Chairunnisa Setiawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).








