Inovasi Biskuit Berbasis Tepung Pisang Sebagai Alternatif Pangan Lokal Didesa Haya – Haya

Authors

  • Deby Sinta Darise UNIVERSITAS BINA MANDIRI GORONTALO
  • Sriputri Katrin UNIVERSITAS BINA MANDIRI GORONTALO
  • Meutia Mahardika Hadju UNIVERSITAS BINA MANDIRI GORONTALO
  • Ghea Julianda Putri D. Batalipu UNIVERSITAS BINA MANDIRI GORONTALO
  • Nita Aprilia UNIVERSITAS BINA MANDIRI GORONTALO
  • Desriyanti Nurfadilah UNIVERSITAS BINA MANDIRI GORONTALO
  • Aulia Rahman Akadji UNIVERSITAS BINA MANDIRI GORONTALO
  • Mirna Abdulah UNIVERSITAS BINA MANDIRI GORONTALO

DOI:

https://doi.org/10.31004/jh.v6i5.2993

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan inovasi biskuit berbasis tepung pisang sebagai alternatif pangan lokal di Desa Haya-Haya, Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan informasi dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi mengenai pemanfaatan pisang, proses pengolahan pisang menjadi tepung, serta pengembangan tepung pisang menjadi biskuit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pisang memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan pangan lokal yang dapat diolah menjadi produk dengan nilai tambah. Pengolahan pisang menjadi tepung kemudian dimanfaatkan dalam pembuatan biskuit menghasilkan produk dengan karakteristik khas dari segi warna, aroma, rasa, dan tekstur. Inovasi ini menunjukkan adanya peluang pemanfaatan pisang sebagai bahan baku produk pangan yang lebih beragam. Pengembangan biskuit berbasis tepung pisang juga dapat menjadi alternatif dalam meningkatkan pemanfaatan hasil pertanian lokal serta mendukung pengembangan produk pangan berbasis potensi masyarakat Desa Haya-Haya.

Downloads

Published

2026-09-18

How to Cite

Darise, D. S., Katrin, S. ., Hadju, M. M. ., Batalipu, G. J. P. D. ., Aprilia, N. ., Nurfadilah, D. ., Akadji, A. R. ., & Abdulah, M. . (2026). Inovasi Biskuit Berbasis Tepung Pisang Sebagai Alternatif Pangan Lokal Didesa Haya – Haya. Journal Of Human And Education (JAHE), 6(5), 517–528. https://doi.org/10.31004/jh.v6i5.2993