Pemberdayaan Masyarakat Melalui Gerakan Apotek Hidup Toga Untuk Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat Di Desa Biluango
Abstract
Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu bentuk pemanfaatan lahan pekarangan yang dapat mendukung pemenuhan kebutuhan kesehatan keluarga. Pemanfaatan TOGA di Desa Biluango masih belum optimal karena pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menanam serta memanfaatkan tanaman obat masih perlu ditingkatkan. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pemberdayaan masyarakat melalui program apotek hidup serta pemanfaatan lahan untuk penanaman TOGA di Desa Biluango. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pelaksanaan kegiatan meliputi pengambilan bibit, penyediaan pupuk, pengukuran lahan, pengolahan tanah dan pencampuran pupuk, penyiraman bedeng, serta penanaman tanaman. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal dapat digunakan sebagai area penanaman TOGA. Kegiatan juga meningkatkan keterlibatan dan pengalaman praktis anggota KKM dan masyarakat dalam mempersiapkan lahan, menanam, dan merawat tanaman. Program apotek hidup dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal dan mendorong kesadaran masyarakat terhadap pemeliharaan kesehatan keluarga. Keberlanjutan kegiatan memerlukan perawatan tanaman dan pendampingan agar pemanfaatan TOGA dapat dilakukan secara optimal dan berkelanjutan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Maman Musa, Sindi Mohungo, Meirly Retessya, Andri Anggowa, Salbya Anatasia M. Datukarama, Muhammad Rifki, Nurjana Tuge, Wiwin A. Tombolotutu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).










