https://jahe.or.id/index.php/jahe/issue/feedJournal Of Human And Education (JAHE)2025-12-20T18:41:28+07:00Putrijaheeducation85@gmail.comOpen Journal Systems<p>Journal of Human And Education (JAHE) merupakan wadah penerbitan naskah ilmiah terbaik mengenai kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Naskah ini diharapkan dapat memuat berbagai kegiatan dalam menghadapi dan mengelola berbagai potensi, hambatan, tantangan dan permasalahan yang ada di masyarakat sehingga dapat memberikan kesempatan untuk berbagi wawasan dari berbagai disiplin ilmu dan praktik terkait pengabdian masyarakat dan pelibatan masyarakat (Multidisiplin). Jurnal memiliki ISSN Online 2776-5857 dan ISSN Cetak 2776-7876</p>https://jahe.or.id/index.php/jahe/article/view/2659Prestasi Olahraga Bulutangkis Sebagai Modal Sosial Dan Simbolik: Transformasi Identitas Dan Penerimaan Sosial Etnis Tionghoa Di Indonesia2025-12-08T09:40:47+07:00 Sarmilah Ainiyudamuliaramadhan123@gmail.comNahdarul Ahmadi Purbanahdarulapurba@gmail.comPujiati Pujiatipujiati@usu.ac.id<p>Penelitian ini mengkaji hubungan antara prestasi olahraga populer dan penerimaan sosial etnis Tionghoa di Indonesia dalam konteks kebijakan kewarganegaraan. Kajian ini berangkat dari praktik diskriminatif Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia (SBKRI) yang dialami oleh etnis Tionghoa, termasuk atlet berprestasi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran olahraga, khususnya bulutangkis, sebagai medium simbolik dalam mendorong integrasi sosial dan perubahan kebijakan negara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain historis sosiologis dan fokus temporal pada periode 1992–1996. Data diperoleh melalui analisis dokumen kebijakan, arsip media, dan literatur akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi olahraga menghasilkan modal simbolik yang memperkuat legitimasi sosial etnis Tionghoa di ruang publik dan meningkatkan tekanan terhadap negara, yang berkontribusi pada penghapusan SBKRI melalui Keputusan Presiden Nomor 56 Tahun 1996. Namun demikian, integrasi yang tercipta bersifat simbolik dan belum sepenuhnya menghapus eksklusi struktural birokrasi. Penelitian ini menegaskan peran olahraga sebagai arena penting negosiasi identitas dan kewarganegaraan.</p>2025-12-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Sarmilah Aini, Nahdarul Ahmadi Purba, Pujiati Pujiatihttps://jahe.or.id/index.php/jahe/article/view/2628Pelatihan Fardhu Kifayah Sebagai Upaya Peningkatan Pemahaman Keagamaan Masyarakat Desa Perkebunan Bukit Lawang2025-11-06T10:10:10+07:00Nanda Meyshintananda18meyshinta@gmail.comM. Dzakhwan Athallahmdzathallah@gmail.comVina A nggrainivinaanggraini16062004@gmail.comM. Aidil Syahputramuhammadaidil041114@gmail.comMarzuki Marzukimarzuki1100000173@uinsu.ac.id<p>Pengelolaan jenazah, yang mencakup proses memandikan, mengkafani, menyolatkan, dan menguburkan, merupakan tugas fardhu kifayah dalam ajaran agama Islam. Penelitian ini bertujuan agar masyarakat di Desa Perkebunan Bukit Lawang dapat meningkatkan pemahaman serta partisipasi dalam melaksanakan fardhu kifayah. Metode yang diterapkan adalah pemberian edukasi kepada masyarakat melalui penyuluhan dan pelatihan langsung dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN). Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki pemahaman yang terbatas dan rasa takut dalam menangani jenazah, sehingga partisipasi menjadi rendah dan pelaksanaan hanya dilakukan oleh segelintir individu. Melalui sesi pelatihan, warga mulai mendapatkan wawasan, keterampilan, serta keberanian dalam melakukan fardhu kifayah. Maka dari itu, pelatihan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan teknis, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat nilai keagamaan, meningkatkan rasa tanggung jawab, dan membangun solidaritas sosial di kalangan masyarakat sesuai dengan prinsip-prinsip syariat Islam.</p>2025-12-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Nanda Meyshinta, M. Dzakhwan Athallah, Vina A nggraini, M. Aidil Syahputra, Marzuki Marzukihttps://jahe.or.id/index.php/jahe/article/view/2660 Guru Sauti (1903–1963): Rekonstruksi Biografi Dan Peranannya Dalam Perkembangan Seni Tari Di Serdang2025-12-08T09:41:52+07:00Nahdarul Ahmadi Purbanahdarulapurba@gmail.comSarmilah Ainisarmilahaini@gmail.comPujiati Pujiatipujiati@usu.ac.id<p>Penelitian ini merupakan kajian sejarah yang merekonstruksi biografi Guru Sauti (1903–1963), seorang tokoh seni Melayu asal Serdang Bedagai yang dikenal sebagai pencipta Tari Serampang Dua Belas. Penelitian ini bertujuan mengungkap perjalanan hidup, aktivitas kesenian, serta kontribusi Guru Sauti dalam perkembangan seni tari Melayu di Serdang dan pengaruhnya pada ranah nasional maupun internasional. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah, yang meliputi tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan narasumber yang memiliki kedekatan dan hubungan genealogis dengan Guru Sauti, termasuk anak kandungnya, serta penelusuran sumber tertulis dan arsip lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru Sauti tidak hanya berperan sebagai seniman dan koreografer, tetapi juga sebagai pendidik yang mendedikasikan hidupnya bagi perkembangan kesenian Melayu Serdang. Karyanya yang monumental, Serampang Dua Belas, berhasil memperkenalkan identitas budaya Serdang ke tingkat yang lebih luas. Biografi ini juga memperlihatkan berbagai dinamika sosial, politik, dan kebudayaan yang memengaruhi perjalanan hidupnya.Penelitian ini menegaskan pentingnya penulisan biografi tokoh lokal sebagai upaya pelestarian sejarah dan pengakuan terhadap kontribusi mereka dalam pembentukan identitas budaya bangsa.</p>2025-12-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Nahdarul Ahmadi Purba, Sarmilah Aini, Pujiati Pujiatihttps://jahe.or.id/index.php/jahe/article/view/2688Optimalisasi Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Teknologi Digital untuk Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi Siswa SD2025-12-20T18:41:28+07:00Putri Hana Pebrianaputripebriana99@gmail.com<p>Penelitian ini merupakan kajian sejarah yang merekonstruksi biografi Guru Sauti (1903–1963), seorang tokoh seni Melayu asal Serdang Bedagai yang dikenal sebagai pencipta Tari Serampang Dua Belas. Penelitian ini bertujuan mengungkap perjalanan hidup, aktivitas kesenian, serta kontribusi Guru Sauti dalam perkembangan seni tari Melayu di Serdang dan pengaruhnya pada ranah nasional maupun internasional. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah, yang meliputi tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan narasumber yang memiliki kedekatan dan hubungan genealogis dengan Guru Sauti, termasuk anak kandungnya, serta penelusuran sumber tertulis dan arsip lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru Sauti tidak hanya berperan sebagai seniman dan koreografer, tetapi juga sebagai pendidik yang mendedikasikan hidupnya bagi perkembangan kesenian Melayu Serdang. Karyanya yang monumental, Serampang Dua Belas, berhasil memperkenalkan identitas budaya Serdang ke tingkat yang lebih luas. Biografi ini juga memperlihatkan berbagai dinamika sosial, politik, dan kebudayaan yang memengaruhi perjalanan hidupnya.Penelitian ini menegaskan pentingnya penulisan biografi tokoh lokal sebagai upaya pelestarian sejarah dan pengakuan terhadap kontribusi mereka dalam pembentukan identitas budaya bangsa.</p>2025-12-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Putri Hana Pebriana