Spiritualitas Pemuda Kristen Batak Dalam Masa Quarterlife Crisis
DOI:
https://doi.org/10.31004/jh.v5i2.2373Abstract
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) STT HKBP di HKBP Ress. Sei Agul Medan, Tim PkM melakukan pembinaan lewat presentasi dan diskusi tentang quarterlife crisis kepada para pemuda yang dihadiri pelayan dan Mahasiswa Prodi Magister Teologi STT-HKBP. Juga dilakukan wawancara kepada para pelayan di HKBP Ress Sei Agul untuk mengetahui dan sekaligus mendorong para pelayan Gereja untuk menseriusi pelayanan kepada para pemuda gereja. Menggunakan metode penelitian kualitatif lewat penyebaran kuesioner kepada responden yang dikhususkan kepada pemuda. Tujuannya untuk mengetahui sejauh mana quarterlife crisis telah menjangkau para pemuda di HKBP Ress. Sei Agul Medan. Melalui metode tersebut, ditemukan bahwa lebih dari 60 persen para pemuda mengalami krisis dalam hidupnya di mana hal itu disebabkan karena banyak masalah yang mereka hadapi. Hal yang menarik bahwa tempat curhat para pemuda, terutama bukan orang tua atau pelayan gereja, tetapi adalah teman-teman sebayanya. Oleh karena itu, lewat kegiatan PkM tim mendorong agar gereja pro aktif untuk lebih banyak memberi perhatian pada kaum pemuda agar mereka bertumbuh ke arah yang baik di masa depan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Riris Johanna Siagian

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).